Materi Kuliah


Jumat, 4 Maret 2011 -> By: Mrs. Artiningsih

 

Review Materi Proses Perencanaan

 

Perencanaan -> Upaya mencapai kondisi yang lebih baik. Diawali dengan identifikasi masalah, sehingga diperoleh gambaran permasalahan melalui media (literatur -> jurnal, artikel, koran, dll)

Masalah -> Perbedaan kondisi nyata dengan kondisi ideal, perbedaan harapan dengan kenyataan, perbedaan peraturan dengan praktiknya.

Identifikasi masalah mencakup perumusan masalah.

Senin, 7 Maret 2011 -> By: Mrs. Mada

 

Gambaran Wilayah Studi

 

Gambaran umum:

  1. Batas wilayah
  2. Kependudukan -> jumlah penduduk, angkatan kerja, usia, jenis kelamin
  3. Topografi
  4. Sosial ekonomi -> mata pencaharian, potensi wilayah, PDRB
  5. Luas wilayah
  6. Peta
  7. Fasilitas umum/infrastruktur
  8. Letak geografis

Tujuannya: memahami aktivitas perkotaan dan sektor unggulan untuk membuat perencanaan dan mengetahui pengaruh terhadap pemanfaatan ruang.

Fisik                                                                                          Non Fisik

Luas wilayah                     Klimatologi                                                         Sosial budaya

Batas administratif          Topogafi                                                              Ekonomi

Kondisi geografis                                                                                            Demografi

Tata guna lahan

Infrastruktur

Litologi

Yang menentukan pencantuman gambaran umum :

  • Tujuan yang ingin dicapai
  • Apa yang ingin diinformasikan

Kriteria wilayah studi :

  • Wilayah perkotaan
  • Yang ada sektor unggulan (misal, kawasan industri)

Jumat, 11 Maret 2011 -> By: Mrs. Artiningsih

PLANNING SUPPORT SYSTEM

Review proses perencanaan

  • Proses perencanaan ideal
  • Karakteristik model ideal
  • Peran data dan analisis

Proses perrencanaan pada dasarnya sama untuk semua jenis perencanaan dari corporate planning sampai ke nakonal planning. Dalam proses perencanaan, data  dan analisis mewarnai setiap tahap proses perencanaan. Pengumpulan data dan analisis bukan bagian dari tahapanproses perencanaan.

Contoh : Perencanaan pembangunan untuk lima tahun kedepan memerlukan prediksi dari data saat ini, sehingga data bisa dijadikan sebagai umpan balik.

Tujuan -> Sesuatu yang ingin dicapai, dalam proses perencanaan merupakan output (keluaran) akhir dari perencanaan.

Sasaran -> Merupakan output (keluaran) antara dari perencanaan.

Dokumen rencana bukan merupakan produk akhir karena perlu diimplementasikan terlebih dahulu, setelah itu diperlukan perbaikan sesuai perubahan yang terjadi pada tujuan dan sasaran dari hasil implementasi tersebut. Hal dasar yang menyebabkan perubahan biasanya adalah jumlah penduduk. Jika dikaitkan dengan model perencanaan, dokumen rencana dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui prediksi apa yang masih kurang sesuai.

Data dan analisis berfungsi sebagai planning support system. Lima pokok bahasan utama:

  • Evaluasi terhadap siklus perencanaan sebelumnya
  • Kinerja proyek pembangunan yang sebelumnya dilakukan
  • Penilaian terhadap keberadaan sumber daya eksternal yang berpengaruh terhadap perkembangan wilayah
  • Keterkaitan antara aspek lokalitas dengan aspek lain di luar wilayah yang mempengaruhi perkembangan wilayah di masa depan

Konstelasi -> meilhat suatu wilayah terhadap wilayah yang lebih luas

Planning support system -> Seperangkat:

–          alat

–          data

–          model

–          sumber daya

–          dll

yang dipergunakan oleh perencana, analisis untuk:

–          Memahami

–          Mengevaluasi

–          Memecahkan

Sistem -> sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dengan maksud tertentu

Model -> replika dari sistem nyata atau bijak

Kelompok -> lebih dari satu item

Interaksi -> hubungan antara satu dengan yang lainnya

Maksud -> yang ingin dituju

Senin, 02 Mei 2011 -> By: Mrs.  Artiningsih

1. Fakta

Fakta adalah sesuatu mengenai apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan berdasarkan atmosfer di lapangan terkait dengan apa, siapa, kapan, dan di mana. Penulisan atmosfer diperlukan dalam penyampaian fakta agar orang yang membaca dapat ikut merasakan atmosfer yang ada di wilayah. Dokumentasi apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan dapat dilakukan dengan, foto, rekaman (suara dan video)

2. Refleksi

Merefleksikan apa yang dirasakan -> apakah setuju atau tidak?

Why and how    <- apakah bagus atau lumayan?

Why and how    <- apakah unik sehingga takjub

Dari rekfleksi tersebut, kita dapat menemukan masalah, potensi, dan kendala.

3. Interpretasi/analisis

Analisis yang paling mudah adalah membandingkan dengan standar/ kondisi ideal -> struktur masalah.

4. Keputusan

Setiap orang memberikan kontribusi kemudian diambil kesimpulan kelompok.

Rumusan: fakta, potensi dan kendala, issue.

PARAFRASING

Penulisan kembali apa yang kita dengar, lihat, dan rasakan tenpa harus merubah makna kalimatnya. Parafrasing harus dilakukan dari banyak sumber dan dengan bahasa sendiri. kalimat aktif dirubah menjadi pasif atau sebaliknya. Kalimat langsung menjadi tidak langsung atau sebaliknya. Prafrasing perlu mengetahui target (siapa yang akan membaca).

TEMUAN LAPANGAN

Hal apa yang paling menonjol, unik, dan menarik yang mampu mewakili wilayah amatan. Hubungan aktivitas ekonomi dengan pertumbuhan perkembangan kota di wilayah amatan.

Senin, 23 Mei 2011 -> By: Mrs. Artiningsih

Issue wilayah amatan

Melihat permasalahan utama yang akan dikaji lebih lanjut apakah mempengaruhi aktovitas ekonomi dan perkembangan kota sehingga perlu memahami beberapa hal, antara lain :

  • Bagaimana hubungan permasalahan yang terjadi dengan dukungan aspek sarana prasarana ?
  • Bagaimana hubungan permasalahan yang terjadi dengan dukungan sumberdaya manusia dan kelembagaan ?
  • Bagaimana hubungan permasalahan yang terjadi dengan aspek lain ?

Pengembangan permasalahan

Jika tidak ada intervensi dan tanggapan terhadap permasalahan, apakah yang akan terjadi dan apa konsekuensi (akibat) dari permasalahan yang terjadi dalan jangka pendek, menengah, sampai jangka panjang ?

Usulan penanganan

Usulan mengenai penanganan permasalahan yang terjadi harus mencakup beberapa kriteria, yaitu :

  •  Hal yang sekiranya dapat mengurangi efek dari permasalahan di wilayah amatan
  •  Penyusunan alternatif tindakan beserta konsekuensinya untuk saat ini dan masa yang akan datang
  •  Usulan tidak perlu bersifat normatif, idealis, ataupun utopis
  •  Usulan yang diajukan harus realistis sesuai dengan karakteristik wilayah amatan, kapasitas sumberdaya manusia, kelembagaan, dan sarana prasarana.

Jika diringkas dari seluruh proses, rekomendasi memuat usulan penanganan yang terpilih dari beberapa alternatif dengan resiko terkecil serta optimal dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s